Susu Kuda Liar Bima, Bukan Sekadar Obat Kuat

Pernah dengan “Susu Kuda Liar”? Tentu anda akan langsung ingat Bima sebagai penghasil utamanya. Komoditas ini sama pupulernya dengan madu sebagai produk asli Bima.

“Kuda Liar”? Jangan membayangkan kuda liar sebagai kuda di hutan yang liar tanpa pemilik, bukan. Saat ini mungkin sudah tidak ada lagi kuda yang tanpa pemilik. “Liar” di sini artinya kuda-kuda tersebut dibiarkan hidup bebas di padang atau gunung, tidak di kandang. Kudanya sendiri sudah jinak dan menurut kepada pemiliknya.

Sumber: Bebeja.com

Susu kuda diperah dari kuda yang melahirkan dan akan menyapih anaknya. Umumnya anak kuda akan disapih setelah berumur 8-9 bulan, nah kesempatan saat anak kuda berumur 8-10 bulan itulah susu kuda bisa diperah. Pemerahan susu kuda ini dilakukan di kandang, dan dalam posisi yang “aman”.

Sumber: Kompas.com

Khasiat Susu Kuda

Susu kuda dipercaya sangat berkhasiat terutama untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menambah vitalitas, dan membantu dalam penyembuhan penyakit. Nehrun Lc, MA, salah seorang pengusaha susu kuda liar dengan merk “88” mengatakan: “Insya Allah membantu mengobati penyakit stroke, rematik, maagh, diabetes, asam urat, tekanan darah tinggi, demam berdarah, paru-paru basah, asma, semua kanker, dan tipes.”

Menurut Nehrun, susu kuda liar juga bisa sebagai penangkal alergi makanan, TBC, anemia, migrain, tumor, kolestrol, pegal-pegal, gangguan pencernaan, dan lainnya. Bahkan susu kuda liar juga dipercaya dapat meningkatkan vitalitas dan kejantanan pria, menjaga kekebalan tubuh agar tetap sehat dan bugar.

Susu kuda mengandung laktoferin sehingga dapat dijadikan obat kulit dan perawatan kecantikan. Zat tersebut berguna untuk meregenerasi kulit dan memperlambat penuaan dini serta sebagai pelembab alami.

Tahan Lama

Susu kuda liar dapat bertahan hingga beberapa bulan dengan proses fermentasi alami. Berbeda dengan susu sapi yang harus melewati proses pemanasan dengan suhu tertentu atau pasteurisasi.

“Susu kuda itu bisa dikatakan satu-satunya susu yang bertahan tanpa diolah. Berbeda dengan susu kerbau, susu kambing, atau susu sapi yang jika dibiarkan 24 jam sudah basi,” jelas Nehrun (lihat juga Kompas.com).

Di dalam susu kuda terdapat anti mikroba alami yang bisa membuatnya bertahan 5-6 bulan pada suhu ruang. Zat anti mikroba yang kuat pada susu kuda ini berguna untuk menghambat pertumbuhan bakteri. Bahkan bisa dikatakan mampu membunuh bakteri pada susu kuda.

Proses fermentasi alami terjadi setelah susu kuda tersimpan 2×24 jam. Susu akan mulai terasa asam seperti yoghurt. Khasiatnya dinilai akan semakin bagus karena sudah mengalami proses fermentasi alami. Susu kuda yang digunakan untuk pengobatan harus melewati proses fermentasi secara alami terlebih dahulu.

Kualitas protein susu kuda liar juga lebih baik dibandingkan dengan susu sapi karena memiliki jenis asam amino yang lebih lengkap. Jika ingin menunda fermentasinya dapat disimpan di dalam kulkas.

Susu kuda liar segar yang baru diperah memiliki sedikit rasa manis, hangat, dan tidak asam. Kandungan gizi yang dimiliki susu kuda liar hampir sama tinggi menyerupai ASI.

Susu kuda juga rendah lemak, kalori, dan protein sehingga cocok dikonsumsi untuk menambah daya tahan tubuh.

Uniknya lagi, susu kuda tidak mengalami penggumpalan dan kerusakan meski tidak dipasteurisasi dan tanpa diberi bahan pengawet.

Susu kuda tidak perlu dimasak kembali, dapat diminum lansung atau jika ingin menambah sensasi rasa manis bisa dicampur dengan madu.

(Sumber: Line Today)

Tradisi Masyarakat

Memerah susu kuda untuk digunakan sebagai obat sudah menjadi tradisi masyarakat, paling tidak di Tolonggeru (desa Monggo, kec. Madapangga), dan di kec. Donggo. Susu kuda liar yang dihasilkan masyarakat Donggo bahkan bisa bertahan / disimpan hingga dua tahun. Susu kuda akan diperam selama 2-3 bulan sehingga baunya menjadi kecut dan rasanya asam. Itulah susu kuda yang terbaik khasiatnya, bukan susu yang baru.

Sumber: Bebeja.com

Anda ingin membeli susu kuda liar? Cobalah menghubungi bang Nehrun melalui WA: 081219443460 atau Instagram @Susu_Kuda_88.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *